Dua Budak Narkoba Asal Malaysia Dituntut 20 Tahun Pejara


SURABAYA – Sidan Perkara Narkoba yang menjerat dua terdakwa asal Malaysia Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (08/05).

Sidang yang digelar diruang Garuda1 ini, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi.SH.MH, sementara kedua terdakwa didampingi Fariji.SH, dan rekan selaku tim kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan hukum (LBH) LACAK.

Dalam Sidang yang beragendakan tuntutan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko. SH, MH, dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim membacakan surat tuntutan yang menyatakan bahwa terdakwa Chia Kim Hwa dan terdakwa Henry Lau Kie Lee dinyatakan bersalah melakukan permufakatan jahat secara bersama-sama.

“Kedua terdakwa telah melakukan tindak pidana penyalagunaan narkotika jenis sabu-sabu yang dibawa dari Malaysia masuk ke Indonesia, perbuatan kedua terdakwa ini dijerat pada pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 Undang -Undang RI No.35 tahun 2009 atau kedua pasal 113 ayat (2) jo pasal 132 Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.” urai Jaksa Winarko dlaam membacakan tuntutannya.

Dalam perkara ini JPU menjatuhkan tuntutan terhadap kedua terdakwa dengan tuntutan pidana penjara masing-masing selama (20) dua puluh tahun penjara dengan denda sebesar Rp 3 milyar serta Subsidair masing-masing selama (10) sepuluh bulan kurungan.

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa melalui tim kuasa hukumnya berencana akan melakukan pembelaan secara tertulis yang akan dibacakan pada persidangan yang akan digelar pekan depan.

Terpisah, ketika ditemui awak media usai persidangan, Fariji selaku ketua tim kuasa hukum terdakwa mengatakan jika ia akan lakukan pembelaan (pledoi), Fariji juga mengatakan jika dirinya sangat bersyukur karena kliennya tidak dituntut hukuman mati,

“Saya bersyukur dan sangat berterima kasih kepada JPU karena tidak menuntut hukuman mati,” ungkap Fariji.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa perkara ini terjadi saat petugas Ditresnarkoba Polda Jatim mendapat informasi dari masyarakat terkait penyalagunaan narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh orwng asing di sebuah kamar nomor 117 Hotel Choice BG Juntion Surabaya.

Berbekal informasi tersebut petugas Ditresnarkoba Polda Jatim melakukan penyelidikan dan pengawasan terhadap Warga Negera Asing di area Hotel tersbut, tak lama kemudian petugas kembali mendapat informasi jika target tersebut akan melakukan pengiriman kepada bandar yang telah memesan barang tersebut.

Tak buang-buang waktu petugas segera melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap terdakwa Chia Kim Hwa. Saat digeledah petugas mendapatkan barang bukti berupa (4) empat bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu seberat 1055 gram, (1) satu buah pasport milik terdakwa1, (1) satu lembar bording pass flight atas nama terdakwa1, serta uang tunai sebesar Rp 2,600,000; dan (1) satu unit HP merk VIVO warna hitam.

Dari penangkapan tersebut petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap terdakwa 2 yakni Henry Lau Kie Lee, disebuah tempat makan Mall BG Juntion Surabaya, dimana saat itu terdakwa 2 sedang makan, dari tangan terdakwa 2 didapatkan barang bukti berupa (1) satu buah pasport milik terdakwa 2, serta uang tunai sebesar Rp 2,200,000; dan Bording pass atas nama tetdakwa 2, (1) satu unit HP merk 0PP0 warna silver.

Ketika di interogasi, para terdakwa mengaku bahwa dirinya hanyalah seorang kurir yang diberi tugas oleh Sihai (DPO) untuk mengirimkan sabu tersebut dari Serawak Malaysia ke Indonesia untuk di serahkan pada pemesannya yakni Shao Xun yang tak lain adalah teman dari Sihai. (son)