DPD PAPPRI Jatim Sambut Baik Pencabutan RUU Permusikan


Surabaya – Ketua DPD Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Jatim, Sastro Harijanto Tjondrokusumo menyambut baik pencabutan Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan.

Hal tersebut menurut Hari, merupakan kado terindah bagi seniman tanah air di momen Hari Musik Nasional.

“Kami sangat menyambut baik pencabutan RUU Permusikan, namun kami tetap sakit hati kepada Anang Hermansyah selaku anggota komisi X DPR RI karena telah mengusulkan pembuatan RUU Permusikan,” kata Hari ditemui di rumahnya Jalan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Senin (11/3).

Ditambahkan Hari, pihaknya sangat menyesal dengan keputusan Anang yang merupakan anggota Komisi X DPR RI yang berangkat dari dunia seni, namun tidak mampu membuat kebijakan yang dapat memperbaiki kehidupan seniman di Indonesia.

“Anang ini dulu kan seniman, harusnya dia membuat terobosan yang dapat merubah kehidupan seniman menjadi lebih baik, bukan malah mengusulkan RUU Permusikan yang dinilai sangat merugikan dan memasung kebebasan berekspresi para seniman,” ujarnya.

Namun, Hari sangat senang dengan kabar bahwa RUU Permusikan tersebut telah dicabut.

Menurutnya, hal itu terjadi berkat aksi para seniman yang turun ke jalan dalam memperjuangkan agar RUU Permusikan itu dapat dibatalkan.

“Tapi, syukur ya, sekarang RUU Permusikan telah dicabut, ini adalah hasil kerja keras seniman turun ke jalan menentang diberlakukannya RUU Permusikan, dan juga berkat kerjasama dari rekan media yang peduli dengan kesejahteraan dan masa depan seniman Indonesia,” terangnya.

Ditanya terkait harapan di momen peringatan Hari Musik Nasional, Hari mengungkapkan bahwa pihaknya ingin agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat lebih memperhatikan nasib para seniman, khususnya di Jawa Timur.

Perhatian yang dimaksud Hari adalah dengan memudahkan pemberian fasilitas dan sarana bagi para seniman dalam melakukan pertunjukan hasil karyanya.

“Di momen Hari Musik Nasional ini, kami berharap pemerintah lebih memerhatikan nasib para seniman di Jawa Timur, yang masih banyak yang mengalami nasib yang kurang baik, dikarenakan kurangnya panggung bagi para seniman untuk menggelar pertunjukan, untuk itu kami mohon pemerintah peduli dengan memberikan fasilitas dan sarana bagi para seniman untuk menampilkan hasil kreatifitasnya, agar para seniman lebih banyak memiliki panggung untuk kesejahteraan kehidupan para seniman di Jawa Timur,” tuturnya.