Diduga Perkosa Stafnya, Oknum Advokat Dilaporkan Ke Polisi


SURABAYA – EDS seorang staf advokat melaporkan sang bos, PS seorang advokat yang berkantor di Jl. Pandegiling Surabaya ke polisi dengan tuduhan dugaan pemerkosaan.

Dengan didampingi oleh kuasa hukumnya Firman Poldes dan Abdul Malik, EDS menceritakan kronologi terjadinya pemerkosaan yang dialami kepada awak media. Dalam pengakuannya, EDS mengaku diperkosa oleh PS sekitar pukul 16.00 Wib setelah dia mandi.

“Saya biasa mandi kalau kerja lembur, kalau tidak lembur ya tidak mandi,” ujar EDS di kantor Advokat Rakhmat Santoso and Partner di Jl Prambanan No.5 Pacar Keling, Surabaya, Kamis (13/6/2019).

EDS menyebut, selain diperkosa dia juga diancam akan dibunuh apabila menceritakan hal ini ke orang lain.

“Saya dipegang ditarik (paksa), saya sempat menolak (memberontak) tapi tenaga saya kalah dengan tenaganya. Pada saat melalukan perkosaan itulah, dia mengancam saya akan dibunuh apabila menceritakan ke orang lain,” terang EDS.

Ia juga mengatakan bahwa pada saat itu dibungkam oleh PS, sempat tak bisa bernafas.

“Hidung saya juga dibungkam, sampai sulit untuk nafas. Waktu itu disofa ruangan tengah,” katanya, dengan meneteskan air mata.

Setelah melakukan pemerkosaan, PS kemudian menyuruh EDS untuk membeli pil anti hamil namun pil tersebut tidak diminum oleh EDS.

Dengan adanya hal tersebut, EDS mencoba melaporkan dikepolisian Polrestabes Surabaya, Namun ditolak dengan alasan disuruh meminta surat pernyataan kepada PS.

“Sehari setelah kejadian saya sudah lapor polisi tapi disuruh minta surat pernyataan dari PS,” ujarnya.

Namun pada laporannya yang kedua kali dengan didampingi kuasa hukumnya, akhirnya laporan diterima dengan nomor LP/B/513/V/RES/1.4/2019/JATIM/RESTABES SBY. Pada Rabu, 29 Mei 2019.

Sementara itu, Abdul Malik kuasa hukumnya EDS, berpesan kepada kepolisian agar menerima laporan setiap orang yang hendak lapor juga berharap kepada pengadilan tinggi jangan asal sumpah lawyer.

“Ya kepolisian harusnya menerima laporan siapapun itu. Kita belum menerima hasil visumnya, yang pasti ada bukti celana dalam yang berceceran sperma dan darah,” ujarnya.