Cabuli Bocah SMP, Pria Paruh Baya Ini Digelandang Polisi


SURABAYA – Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, SIK., M.Si., memimpin rilis hasil ungkap kasus pencabulan anak dibawah umur di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (14/6).

Dari ungkap kasus itu, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak telah mengamankan AS (54) warga Sampang Madura yang tinggal di Jalan Dukuh Bulak Banteng Surabaya.

“Kami amankan AS karena diduga sebagai pelaku pencabulan Bunga (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 13 tahun dan masih berstatus sebagai pelajar SMP,” kata Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, kasus tersebut terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari keluarga korban yang mengaku anaknya telah dicabuli oleh pelaku sebanyak lima kali.

“Dari laporan itu kemudian kami lakukan visum terhadap korban dan langsung mengamankan tersangka AS,” ujar Kapolres.

Modus operandi yang digunakan pelaku masih menurut AKBP Antonius Agus Rahmanto yaitu dengan membuka pakaian korban lalu pelaku menggesek-gesekkan alat vitalnya kepada korban yang juga merupakan tetangga pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap korban diketahui bahwa kejadian tersebut berawal saat korban datang ke rumah tersangka untuk membeli es, kemudian tersangka menarik korban untuk diajak ke dalam kamar dan dicabuli. Terungkap juga bahwa aksi pencabulan tersangka tersebut sudah lima kali dilakukan oleh tersangka,” beber Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Kapolres juga menambahkan bahwa saat ini kepolisian masih menunggu laporan dari masyarakat apabila ada anggota keluarganya yang juga turut menjadi korban kebejatan pelaku.

“Kasus ini akan kami kembangkan barangkali ada yang menjadi korban lain dari tersangka, untuk itu kami imbau bagi masyarakat yang merasa anggota keluarganya menjadi korban agar segera melapor ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, agar tersangka dapat dijerat dengan hukuman yang seberat-beratnya,” ucap Kapolres.

Dari kasus itu, Polres Tanjung Perak telah mengamankan barang bukti satu lembar hasil Visum et Repertum, satu buah sarung warna merah hati dengan garis-garis, satu buah celana jeans merk Club, satu buah celana dalam warna putih, satu buah baju motif kotak-kotak, dan satu buah berwarna hijau.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti telah kita amankan di Mapolres Tanjung Perak Surabaya dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka akan kita kenakan pasal 82 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana selama lamanya 15 tahun,” pungkas Kapolres. (son)