Arogan, Oknum Satpol PP Kota Surabaya Aniaya Pengamen Angklung


Surabaya – Tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh petugas Satpol PP Kota Surabaya sebagai Penegak Peraturan Daerah (Perda), mereka tidak hanya menggaruk pengamen angklung, tetapi juga melakukan tindak kekerasan terhadap sejumlah seniman angklung yang saat itu mangkal mengamen dengan menghibur pengguna jalan di Gunung Sari, Kamis (23/5/2019) lalu.

Saat itu, ada 6 remaja yang tergabung dalam satu grup dengan membawa sejumlah alat musik, memainkan atraksi angklung. Mereka, adalah grup yang telah mengantongi sertifikasi dari Dinas Pariwisata Kota Surabaya.

Namun, saat memainkan musik mereka disergap oleh 20 petugas Pol PP Kota Surabaya, sekitar pukul 13.00 WIB, tepatnya di traffic light Gunung Sari. Mereka ditangkap, alat musiknya pun diangkut ke truk dinas plat merah itu.

Saat proses penangkapan itu, Andre, salah seorang pemusik angklung sempat mendapat perlakuan kasar, dia dihajar dan dipukul oleh salah satu anggota Satpol PP, sontak peristiwa itu menjadi perhatian pengguna jalan yang tengah melintas, bahkan mereka sempat berhenti untuk menyaksikan kejadian itu.

Beberapa teman Andre yaitu, Alex dan Hendro yang beralamat di Jalan Tuwowo I, sudah di naikkan ke truk dan dibawa ke kantor Satpol PP Kota Surabaya di Jalan Jaksa Agung Suprapto, untuk diproses dan dikirim ke Liponsos Keputih.

“Anak-anak itu resmi terdaftar secara administrasi di Disparta kok di tangkap dan dibawa ke Liponsos, ini aneh,” ucap seorang warga, yang tinggal di komplek militer dan menyaksikan penangkapan itu.

Saat ditemui wartawan, Andre mengatakan sudah mencoba bernego dengan petugas Satpol PP, namun, sia-sia.

“Mereka tidak mau mendengarkan penjelasan saya, langsung main keroyok seperti preman tukang rusuh saja. Sedangkan saya sendiri yang sehari-hari hidup di jalanan masih menggunakan etika dalam berkehidupan,” gerutunya.

Tidak terima dengan perlakuan itu, Andre pun melaporkan ke Polrestabes Surabaya yang kemudian oleh petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), diantar untuk mendapatkan visum. (son)